October 22, 2020

CBNS

Center for Biochemistry and Nutrition Studies

Peran Mikronutrien dalam Olahraga

3 min read
biokimia olahraga mikronutrien defisiensi

Mikronutrien atau zat gizi mikro yang mencakup vitamin dan mineral diperlukan dalam berbagai reaksi yang terlibat dengan olahraga dan aktivitas fisik, termasuk metabolisme energi, karbohidrat, lemak, dan protein, transfer dan pengiriman oksigen, dan perbaikan jaringan. Intensitas, durasi, dan frekuensi olahraga serta tingkat asupan energi dan gizi keseluruhan akan berdampak pada apakah mikronutrien diperlukan dalam jumlah yang lebih banyak atau tidak.1

Kebutuhan zat gizi mikro

Dalam kebanyakan kasus, jika asupan energi mencukupi, kebutuhan zat gizi mikro atlet mirip dengan individu yang sehat dan cukup aktif; sehingga menggunakan AKG untuk mengevaluasi kebutuhan zat gizinya sudah cukup memadai. Beberapa atlet mungkin memiliki kebutuhan yang lebih besar, sebagai akibat dari kehilangan zat gizi yang berlebih melalui keringat dan urin. Untuk atlet semacam ini, suplementasi mungkin perlu dipertimbangkan secara individual. Suplementasi umumnya juga diperlukan untuk atlet yang membatasi asupan energi, berpartisipasi dalam olahraga dengan aturan pembatasan berat badan, atau memiliki pantangan atau batasan terhadap makanan atau kelompok makanan tertentu.1

Defisiensi mikronutrien

Beberapa kondisi defisiensi vitamin dan mineral dapat menurunkan performa atlet. Defisiensi paling umum adalah pada zat besi, vitamin D, kalsium, vitamin E, vitamin C, vitamin B12, dan seng, terutama untuk atlet vegetarian.2

Vitamin

Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium. Membantu mengatur banyak jalur metabolisme dalam menjaga kesehatan tulang, reaksi peradangan, fungsi kekebalan tubuh, dan fungsi otot. Antioksidan memiliki peran penting dalam melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif. Vitamin C meningkatkan sintesis kolagen, memfasilitasi penyimpanan glikogen, dan dapat mencegah perubahan oksidatif yang disebabkan oleh olahraga. Vitamin E menghambat penyebaran pembentukan radikal bebas. Vitamin B12 (cobalamin) sangat penting untuk menjaga fungsi sistem saraf, metabolisme homocysteine, dan sintesis DNA.2

Mineral

Zat besi adalah komponen kunci dalam transportasi oksigen melalui hemoglobin (darah) dan mioglobin (otot) dalam jalur energi dalam tubuh. Defisiensi zat besi umum ditemukan pada atlet wanita. Penyebabnya antara lain: menstruasi, asupan makanan yang tidak memadai (diet vegan), kehilangan melalui saluran pencernaan, dan kehilangan akibat latihan melalui keringat. Atlet bisa kekurangan zat besi tanpa mengalami anemia. Serum ferritin adalah indikator terbaik dari cadangan zat besi seseorang.2

Kalsium penting untuk proses metabolisme, termasuk menjaga kesehatan tulang (dengan vitamin D) dan kontraksi otot, konduksi saraf, dan fungsi pembekuan darah. Asupan kalsium yang rendah dikaitkan dengan gangguan makan dan ketersediaan energi yang rendah, terutama pada remaja dan atlet wanita. Fraktur stres meningkat, dan kepadatan mineral tulang yang rendah dapat terjadi. Atlet vegan memiliki risiko patah tulang yang lebih tinggi karena asupan kalsium yang lebih rendah. Asupan kalsium melalui diet lebih disarankan, meskipun harus tetap memperhatikan peningkatan risiko efek samping, yaitu batu ginjal dan gangguan kardiovaskular.2

Seng adalah elemen mineral trace penting dengan berbagai fungsi biologis, antara lain menjaga sistem kekebalan, metabolisme energi, dan proses antioksidan. Gangguan kekebalan dan keterlambatan pertumbuhan dapat timbul sebagai dampak defisiensi seng jangka panjang.2

Natrium adalah ion ekstraseluler utama yang berperan dalam transfer air, glukosa darah, pembentukan dan transmisi sinyal saraf listrik, dan kontraksi otot. Kalium adalah ion intraseluler utama yang berperan dalam pengaturan air, dan keseimbangan asam dan elektrolit. Dengan latihan intensif dan peningkatan keringat, asupan natrium tambahan direkomendasikan untuk mencegah kejang. Kelebihan natrium berkorelasi negatif dengan kandungan kalsium. Natrium juga berpartisipasi dalam pengangkutan asam amino, gula, dan kalium.3

biokimia olahraga mikronutrien defisiensi

Sumber:

  1. Volpe SL. Micronutrient Requirements for Athletes. Clin Sports Med 2007; 26: 119–130.
  2. Piedade SR, Imhoff AB, Clatworthy M, et al. Nutrition and Hydration. Cham: Springer, 2019.
  3. Valenta R, Dorofeeva YA. Sport nutrition: the role of macronutrients and minerals in endurance exercises. Foods Raw Mater 2018; 6: 403–412.

Rangkuman ini merupakan bagian dari materi kuliah Biokimia Olahraga oleh dr. Yoseph Leonardo Samodra, M.P.H.:

[display-posts tag=”kuliah-biokimia-olahraga” include_title=”true” image_size=”thumbnail” include_excerpt=”true” excerpt_more=”…”]

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.