Pengaturan Metabolisme Olahraga

Bahan bakar yang berbeda tersedia untuk menghasilkan ATP untuk aktivitas otot selama berolahraga. Glikogen dari otot rangka dan penyimpanan di hati dapat dikonversi menjadi asam laktat atau hampir sepenuhnya teroksidasi menjadi karbon dioksida (CO2), triasilgliserol dalam otot itu sendiri dan asam lemak dari jaringan adiposa dapat dikonversi menjadi CO2 dalam otot yang bekerja, beberapa asam amino bebas dapat dilepaskan di dalam otot itu sendiri dan dari simpanan di usus untuk mempertahankan jumlah produksi ATP yang sangat diperlukan untuk kontraksi otot. Hampir semua reaksi biokimiawi yang terjadi memerlukan satu atau beberapa enzim untuk mengaktifkan konversi substrat menjadi produk yang diharapkan dengan lebih efisien.1

Proses latihan pada atlet menyebabkan perubahan dalam profil metabolisme mereka yang sangat tergantung pada jenis dan durasi sesi latihan mereka. Perubahan dalam konsumsi substrat energi dalam glikolisis, lipolisis, katabolisme adenin nukleotida, dan katabolisme asam amino telah dibuktikan sebagai respons metabolik terhadap olahraga.2

Reaksi reversibel dan non-reversibel dalam jalur metabolisme bergantung pada enzim spesifik. Enzim alosterik adalah enzim pengatur yang memberikan arah terjadinya reaksi. Enzim pengatur dapat diaktifkan atau dihambat oleh regulator kecil. Siklus substrat yang reversibel antara A dan B dikatalisis oleh dua enzim dengan aliran energi yang berbeda. Kebutuhan produksi ATP untuk kontraksi otot berada di bawah pengendalian oleh enzim pengatur dan jumlah substrat yang tersedia.1

Perbaikan reaksi metabolik yang terjadi dalam proses olahraga tergantung pada peningkatan enzim pengatur yang sesuai terutama dalam jalur glikolitik dan oksidatif. Jumlah beberapa enzim spesifik akan meningkat seiring dengan peningkatan latihan untuk meningkatkan aktivitas maksimum jalur metabolisme yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan energi.1

mekanisme kontrol metabolisme olahraga biokimia

Sumber:

  1. Poortmans JR, Carpentier A. Metabolic regulation during sport events: factual interpretations and inadequate allegations. Rev Bras Educ Física e Esporte 2013; 27: 493–506.
  2. Al-Khelaifi F, Diboun I, Donati F, et al. A pilot study comparing the metabolic profiles of elite-level athletes from different sporting disciplines. Sport Med – Open 2018; 4: 1–15.

 

Rangkuman ini merupakan bagian dari materi kuliah Biokimia Olahraga oleh dr. Yoseph Leonardo Samodra, M.P.H.:

  • fatigue kelelahan akibat olahraga otot rangka Kelelahan dan Metabolisme Otot - Kelelahan adalah gejala umum non-spesifik yang dialami oleh banyak orang dan berhubungan dengan banyak kondisi kesehatan. Akumulasi kelelahan, jika tidak ditangani, akan mengarah pada penggunaan tubuh atau bagian tubuh secara berlebihan, sindrom kelelahan kronis (CFS), sindrom overtraining, dan bahkan gangguan endokrin, disfungsi imunitas, penyakit organik,… ...
  • mekanisme kontrol metabolisme olahraga biokimia Pengaturan Metabolisme Olahraga - Bahan bakar yang berbeda tersedia untuk menghasilkan ATP untuk aktivitas otot selama berolahraga. Glikogen dari otot rangka dan penyimpanan di hati dapat dikonversi menjadi asam laktat atau hampir sepenuhnya teroksidasi menjadi karbon dioksida (CO2), triasilgliserol dalam otot itu sendiri dan asam lemak dari jaringan adiposa… ...
  • biokimia olahraga mikronutrien defisiensi Peran Mikronutrien dalam Olahraga - Mikronutrien atau zat gizi mikro yang mencakup vitamin dan mineral diperlukan dalam berbagai reaksi yang terlibat dengan olahraga dan aktivitas fisik, termasuk metabolisme energi, karbohidrat, lemak, dan protein, transfer dan pengiriman oksigen, dan perbaikan jaringan. Intensitas, durasi, dan frekuensi olahraga serta tingkat asupan energi dan… ...
  • atp energi otot harper biokimia olahraga Peran Makronutrien pada Suplai Energi Otot Rangka - Karbohidrat, lemak, dan protein yang diasup melalui makanan akan dimetabolisme sehingga menghasilkan asetil-KoA yang menjadi salah satu substrat utama dalam siklus asam sitrat dalam mitokondria sehingga menghasilkan 2H. Jalur lain yang menghasilkan hidrogen adalah dari oksidasi beta asam lemak. Molekul hidrogen ini yang selanjutnya akan… ...
  • suplai dan kebutuhan atp otot Kebutuhan dan Suplai Energi Otot - ATP Sebagai Sumber Utama Energi Sel Otot Energi yang diperlukan untuk kontraksi otot disediakan oleh pemecahan ATP tetapi jumlah ATP dalam sel otot hanya cukup untuk memberi daya pada durasi kontraksi yang singkat. Buffering ATP oleh phosphocreatine (PCr), suatu reaksi yang dikatalisis oleh creatine kinase,… ...
  • biokimia olahraga kuliah kedokteran ATP Sebagai Sumber Energi Sel - Sel Membutuhkan Sumber Energi Bebas Sel adalah sistem isotermal - mereka berfungsi pada suhu yang pada dasarnya konstan (dan juga berfungsi pada tekanan konstan). Aliran panas bukanlah sumber energi untuk sel, karena panas hanya dapat bekerja ketika melewati zona atau objek pada suhu yang lebih… ...