Metabolisme Kontraksi Otot

CategoriesGizi OlahragaTagged , , , , , ,

Agar lebih paham mohon baca tulisan sebelumnya: Metabolisme Olahraga

Kontraksi intensitas rendah, durasi lama

Ketersediaan dan pemanfaatan oksigen dalam otot yang berkontraksi adalah keterbatasan utama untuk mempertahankan aktivitas fisik yang berkelanjutan. Aktivitas kontraktil jangka panjang membutuhkan pengiriman oksigen yang cukup dan kapasitas otot untuk memanfaatkan oksigen yang dikirim. Otot yang sangat oksidatif memiliki kepadatan kapiler yang lebih tinggi daripada otot glikolitik, dan kepadatan kapiler otot akan meningkat dengan latihan ketahanan (endurance). Pemanfaatan oksigen otot juga berkaitan langsung dengan jumlah dan ukuran mitokondria otot. Otot yang mengalami aktivitas kontraktil terus menerus, seperti otot postural, memiliki lebih banyak mitokondria daripada otot yang jarang berkontraksi. Pengamatan pada otot yang mengalami peningkatan aktivitas kontraktil akan menemukan peningkatan aktivitas enzim oksidatif. (3)

Saat istirahat atau pada aktivitas fisik intensitas rendah, oksigen sudah tersedia dan oksidasi aerobik dari lipid mendominasi sebagai sumber utama sintesis ATP. Namun, pada intensitas yang lebih tinggi, ketersediaan oksigen untuk katabolisme lipid dapat menjadi terbatas, dan selanjutnya tingkat kerja otot menurun. Selama 15-30 menit pertama olahraga, ada perubahan bertahap dari glikogenolisis dan glikolisis ke metabolisme aerob asam lemak. Mungkin ini adalah respons evolusioner untuk menghadapi fakta bahwa laktat, yang dihasilkan oleh glikolisis, lebih asam dan lebih sulit berdifusi daripada CO2. Saat olahraga berlanjut, epinefrin berkontribusi terhadap aktivasi glukoneogenesis hati, yang menyediakan sumber glukosa eksogen untuk otot. Lipid secara bertahap menjadi sumber utama energi dalam otot selama olahraga jangka panjang dan intensitas rendah asalkan oksigen selalu tersedia. (3)

definisi kebugaran kontraksi otot ahli gizi dokter yoseph

Kinerja otot jangka panjang (stamina) tergantung pada kadar glikogen otot

Pelari maraton biasanya ‘menabrak dinding’ ketika glikogen otot mencapai tingkat yang sangat rendah. Level glikogen dapat dimanipulasi oleh diet, misalnya dengan menimbun karbohidrat sebelum lari maraton. Kelelahan, yang dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mempertahankan kekuatan yang diinginkan, terjadi ketika tingkat pemanfaatan ATP melebihi tingkat sintesisnya. Untuk sintesis ATP yang efisien, ada kebutuhan berkelanjutan untuk mempertahankan tingkat basal metabolisme glikogen, bahkan ketika glukosa tersedia dari plasma dan ketika lemak adalah sumber utama energi otot. Metabolisme karbohidrat penting sebagai sumber piruvat, yang diubah menjadi oksaloasetat oleh reaksi anaplerotik, piruvat karboksilase. Oxaloacetate diperlukan untuk mempertahankan aktivitas siklus TCA (siklus Krebs), untuk kondensasi dengan asetil-KoA yang berasal dari lemak. Sampai taraf tertentu, glikogen otot dapat tetap disimpan dan waktu kinerja optimal selama aktivitas fisik berat jangka panjang dapat bertambah dengan meningkatkan ketersediaan glukosa yang bersirkulasi dalam darah, baik dengan glukoneogenesis atau dengan konsumsi karbohidrat, misalnya makan roti atau minuman olahraga bergula. Peningkatan pemanfaatan asam lemak selama tahap awal latihan adalah adaptasi terhadap latihan yang penting untuk aktivitas fisik rutin yang berat – ini berfungsi untuk mempertahankan cadangan glikogen. (3)

Lanjutan tulisan ini dapat dibaca di: kkk

(Daftar Pustaka)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *