December 4, 2020

CBNS

Center for Biochemistry and Nutrition Studies

Kelelahan dan Metabolisme Otot

2 min read
fatigue kelelahan akibat olahraga otot rangka

Kelelahan adalah gejala umum non-spesifik yang dialami oleh banyak orang dan berhubungan dengan banyak kondisi kesehatan. Akumulasi kelelahan, jika tidak ditangani, akan mengarah pada penggunaan tubuh atau bagian tubuh secara berlebihan, sindrom kelelahan kronis (CFS), sindrom overtraining, dan bahkan gangguan endokrin, disfungsi imunitas, penyakit organik, dan dapat mengganggu kesehatan secara umum. Berdasarkan durasinya, kelelahan dapat diklasifikasikan menjadi kelelahan akut dan kelelahan kronis. Kelelahan akut dapat dengan cepat dihilangkan dengan istirahat atau perubahan gaya hidup, sedangkan kelelahan kronis adalah suatu kondisi yang didefinisikan sebagai kelelahan persisten yang berlangsung selama berbulan-bulan yang tidak membaik dengan beristirahat.

Kelelahan otot didefinisikan sebagai penurunan kekuatan maksimal atau produksi tenaga sebagai respons terhadap aktivitas kontraktil otot. Ini dapat berasal dari berbagai tingkat jaras motorik dan biasanya dibagi menjadi sentral dan perifer. Kelelahan perifer dihasilkan oleh perubahan pada atau distal dari neuromuscular junction. Kelelahan sentral berasal dari sistem saraf pusat (SSP), yang menghasilkan jumlah impuls saraf lebih sedikit ke otot.

Produksi kekuatan otot rangka tergantung pada mekanisme kontraktil otot, dan gangguan di salah satu komponen penunjangnya dapat berkontribusi pada terjadinya kelelahan otot, termasuk gangguan sistem saraf, ion, pembuluh darah, dan metabolisme energi. Secara khusus, faktor metabolik selama proses kontraksi, seperti ion hidrogen (H+), laktat, fosfat anorganik (Pi), oksidan atau spesies oksigen reaktif (ROS), protein heat shock (HSP) dan orosomucoid (ORM), juga berperan pada terjadinya kelelahan otot.

Saat ini, masih belum ada faktor spesifik yang dapat secara konsisten dikaitkan dengan jenis kelelahan tertentu. Jenis latihan (misalnya, aerobik/anaerobik, jangka pendek atau panjang), jenis kontraksi (misalnya, inkremental/konstan, isometrik/non-isometrik, konsentris/eksentris), dan derajat kelelahan serta durasi sesi latihan semuanya dapat memengaruhi profil biomarker. Menurut mekanisme dan perubahan metabolisme selama kelelahan otot, dapat dikelompokkan tiga kategori biomarker rasa lelah: (1) biomarker metabolisme ATP, seperti laktat, amonia, dan hipoksantin; (2) biomarker stres oksidatif (ROS), seperti peroksidasi lipid, peroksidasi protein, dan kapasitas antioksidan; dan (3) biomarker inflamasi, seperti TNF-α, leukosit, dan interleukin.

fatigue kelelahan akibat olahraga otot rangka

Sumber: Wan JJ, Qin Z, Wang PY, et al. Muscle fatigue: General understanding and treatment. Exp Mol Med 2017; 49: 1–11.

 

Rangkuman ini merupakan bagian dari materi kuliah Biokimia Olahraga oleh dr. Yoseph Leonardo Samodra, M.P.H.:

[display-posts tag=”kuliah-biokimia-olahraga” include_title=”true” image_size=”thumbnail” include_excerpt=”true” excerpt_more=”…”]

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.