Hubungan Asupan Kolesterol dengan Kadar Kolesterol Darah

CategoriesGizi KlinikTagged , , , ,

Hubungan yang Kurang Meyakinkan

Dietary Guidelines Advisory Committee pada tahun 2015 dalam penyusunan Pedoman Diet 2015-2020 untuk orang Amerika melaporkan bahwa bukti yang ada tidak menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara asupan kolesterol dan kadar kolesterol serum. Pernyataan ini menghasilkan kebingungan di masyarakat. Pedoman Diet 2015-2020 untuk orang Amerika menyimpulkan bahwa orang Amerika harus mengonsumsi kolesterol dari makanan sesedikit mungkin. Banyak orang hanya memperhatikan kesimpulan awal komite yang mengesankan bahwa asupan kolesterol adalah sesuatu yang tanpa risiko, namun mengabaikan kesimpulan akhir bahwa pembatasan kolesterol makanan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Baca juga: Kebijakan Terkait Air Bersih di NTB

Korelasi Asupan Kolesterol dengan Kadarnya dalam Darah

Meskipun lemak jenuh dan lemak trans memiliki efek terbesar pada kadar kolesterol darah, kadar kolesterol darah juga meningkat sebagai respons terhadap kolesterol dalam asupan harian. Dalam kisaran asupan kolesterol dalam diet omnivora yang umumnya dikonsumsi, hubungan ini linier. Pada asupan kolesterol yang lebih tinggi, hubungannya adalah curvilinear; yaitu penambahan asupan kolesterol akan memiliki efek peningkatan yang lebih kecil pada kolesterol serum. Dalam meta-analisis dari 17 penelitian yang mengevaluasi jumlah asupan kolesterol yang berbeda-beda, penambahan asupan kolesterol 100 mg/hari diprediksi akan meningkatkan total kolesterol darah sebesar 2,17 mg/dl, kolesterol low-density lipoprotein (LDL) sebesar 1,93 mg/dl, dan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) sebesar 0,31 mg/dl. Efeknya berbeda pada masing-masing orang, sebagian besar disebabkan oleh perbedaan dalam pola diet dasar serta kapasitas penyerapan kolesterol di usus yang ditentukan secara genetik. Dengan tingginya asupan kolesterol pada pola diet dasar seseorang, efek lebih lanjut dalam peningkatan asupan kolesterol umumnya kurang terlihat. Sebuah meta-analisis RCT juga mendukung efek peningkatan kolesterol serum akibat peningkatan asupan kolesterol (terutama diperoleh dari telur).

kadar kolesterol pada telur

Saran Praktis Terkait Asupan Kolesterol

Sebaiknya tetap menyarankan pada pasien untuk membatasi asupan kolesterol dalam bentuk telur atau makanan berkolesterol tinggi hingga sesedikit mungkin. Meskipun kerang juga merupakan makanan tinggi kolesterol, ia tergolong rendah asam lemak jenuh (SFA) dan mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada telur atau makanan lain yang tinggi SFA, tetapi tetap harus dibatasi untuk mengurangi asupan kolesterol total sehari-hari.

Sumber: J Am Coll Cardiol 2017;69:1172–87

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *