October 30, 2020

CBNS

Center for Biochemistry and Nutrition Studies

Diet Olahraga

3 min read
diet olahraga menu atlet

Penilaian status gizi

  • Antropometri
  • Biokimia (hasil lab, dll)
  • Klinis
  • Diet (Food record/Food recall/Dietary History/Pantangan&Favorit/Akses Pangan)
  • Dietary Recall: Menanyakan apa saja yang dimakan dan berapa jumlahnya selama 1 hari sebelumnya. “Kemarin sejak bangun pagi hingga tidur malam apa saja yang dimakan dan berapa banyak?”
  • Dietary Record: Meminta untuk mencatat apa saja yang dimakan dan berapa jumlahnya selama beberapa waktu. Bukan rencana, namun menuliskan apa saja yang benar-benar dimakan selama beberapa waktu ke depan. Bisa setidaknya 3 hari atau 7 hari.
  • Minimal dari data antropometri dan data recall 24 jam.
  • Disimpulkan apa status gizinya.
  • Data asupan dari recall 24 jam berguna untuk melihat jenis makanan yang biasa dikonsumsi.
  • Data asupan dari recall 24 jam harus dirinci minimal wajib ada perhitungan asupannya untuk: energi, karbohidrat, lemak, protein, dan air.
  • Data asupan nanti harus dibandingkan dengan kebutuhan gizi à untuk menilai sudah sesuai/belum.

Penentuan kebutuhan gizi

  • Kebutuhan gizi atlet akan bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, status gizi, riwayat kesehatan, jenis latihan, dan jenis olahraga itu sendiri.
  • Kebutuhan gizi atlet yang berpartisipasi pada tingkat elit mungkin berbeda dengan kebutuhan gizi atlet tingkat rekreasi atau berolahraga untuk kebugaran.
  • Menentukan kebutuhan gizi untuk sesi latihan rutin sesuai acuan dari daftar pustaka maupun sumber lain (jurnal, guideline, dan lain-lain).
  • Jika perlu dapat dicari/dibuat dulu jadwal latihan dalam 1 minggu, lalu tentukan kebutuhan gizi untuk salah satu hari yang ada sesi latihannya.
  • Yang wajib ada perhitungan kebutuhannya adalah: energi, karbohidrat, lemak, protein, dan air.
  • Menentukan kebutuhan gizi (energi, karbohidrat, lemak, protein, dan air) untuk sesi latihan rutin sesuai acuan dari daftar pustaka maupun sumber lain (jurnal, guideline, dan lain-lain).
  • Biasanya ada dalam rentang tertentu, misalnya karbohidrat 50-60% energi, maka silahkan pilih akan pakai berapa persen, tidak perlu menampilkan hasil perhitungan kebutuhan dalam rentang.
  • Misalnya energi 2000 kilokalori, karbohidrat 55% energi=1100 kilokalori, lemak 20% energi=400 kilokalori, protein 25% energi=500 kilokalori, dan air 2000 ml.
  • Jika perlu dapat dicari/dibuat dulu jadwal latihan dalam 1 minggu, lalu tentukan kebutuhan gizi untuk salah satu hari yang ada sesi latihannya.
  • Yang wajib ada perhitungan kebutuhannya adalah: energi, karbohidrat, lemak, protein, dan air. Lalu bandingkan dengan data recall 24 jam à berapa % asupan terhadap kebutuhan.
  • Misalnya butuh 2000 kilokalori, recall hanya 1500 kilokalori à asupan hanya 75% kebutuhan.

Penyusunan diet

  • Gizi olahraga dapat berperan penting meningkatkan kemampuan berlatih dan mencapai keterampilan tertentu dengan mengurangi ketidaknyamanan pencernaan dan meningkatkan tingkat energi sebelum, selama, dan setelah sesi latihan.
  • Susunlah mengacu pada kebiasaan makan yang baik, perbaiki yang keliru, dan pertimbangkan faktor akses terhadap bahan baku (ekonomi, geografi, dll).
  • Susunlah 2 (DUA) set diet 24 jam dengan menu yang berbeda.
  • Menu lengkap makanan dan minuman untuk 2×24 jam (hari A dan hari B). Pembagian berapa kali makan, berapa banyak tiap kali makan harus ada dasarnya.
  • Menu hari A harus memenuhi energi atau maksimal 10% lebih dari kebutuhan energi atlet (100-110% kebutuhan energi).
  • Menu hari B harus memenuhi energi atau hingga 10% kurang dari kebutuhan energi atlet (90-100% kebutuhan energi).
  • Pemilihan bahan dan menu makanan bisa mengacu pada contoh di jurnal atau buku yang relevan dengan mempertimbangkan kewajaran.
  • Di tiap akhir menu harian harus ada TABEL perbandingan (dalam persentase) antara pemenuhan dan kebutuhan dari menu yang disusun. Yang wajib ada perbandingan pemenuhan kebutuhannya adalah: energi, karbohidrat, lemak, protein, dan air.
  • Target harian difokuskan pada energi. Namun upayakan agar pemenuhan karbohidrat, lemak, protein, dan air juga tidak jauh dari 100%.
  • Boleh menambahkan suplemen vitamin dan mineral, jika memang perlu, wajib dibahas di rasionalisasi.

Rasionalisasi menu

  • Menyusun rasionalisasi menu hari A dan hari B yang disusun terkait dengan performa sesi latihan yang diharapkan berdasarkan hasil penelitian dan teori (wajib menggunakan minimal 5 referensi dari jurnal ilmiah atau buku teks gizi/fisiologi).
  • Termasuk menjelaskan menu yang dipilih terhadap kondisi penyakit, alergi, preferensi makanan, maupun hal-hal lain yang ada di skenario.
  • Wajib membahas suplemen yang diberikan (jika ada).

diet olahraga menu atlet

Hal-hal penting

  • Utamakan makanan yang bersih dan segar, minimalkan makanan olahan.
  • Cara memasak pilihlah yang baik, boleh bervariasi.
  • Aturlah pola makan sesuai dengan pola latihan, sebaiknya mengacu pada pola standar sesuai cabang olahraga atau bisa memodifikasi dari acuan olahraga yang serupa, tidak harus 3x makan besar dan 2x selingan.
  • Atur juga pola minumnya.
  • Jika ada masukan yang baik, mohon segera direvisi.

 

Pedoman praktikum Diet Olahraga oleh dr. Yoseph Leonardo Samodra, M.P.H.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.