Analisis: Pengembangan Pangan Lokal di Kaltara

CategoriesKebijakan PanganTagged , , , , , ,

ANALISIS KEBIJAKAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN UTARA NOMOR 52 TAHUN 2018 TENTANG PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Penulis: Gabrielle Laura G. B.

Baca juga: Panduan Analisis Kebijakan Pangan

Konten

Administrasi

Pengembangan pangan lokal di Provinsi Kalimantan Utara bertujuan untuk meningkatkan produksi, ketersediaan pangan lokal yang bermutu dengan harga yang terjangkau, meningkatkan keanekaragaman dan kreatifitas masyarakat dalam rangka mencapai ketahanan pangan. Pangan lokal terdiri dari 3 jenis yaitu pangan lokal segar, pangan lokal setengah jadi dan pangan lokal jadi. Beberapa hal penting yang dapat dikutip adalah :

  • Produksi pangan lokal segar didasarkan pada potensi sumber pangan di kabupaten atau kota
  • Ketersediaan pangan lokal akan bergantung pada pengembangan sarana, teknologi, pengengembangan lahan dan sentra produksi.
  • Pemanfaatan pangan lokal membutuhkan keikutsertaan masyarakat dalam mengonsumsi produk hasil pangan daerahnya
  • Pengembangan pangan lokal akan di monitoring dan di evaluasi oleh tim yang dibentuk oleh Gubernur
  • Pembiayaan pangan lokal akan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja negara maupun daerah dan dana lainnya.

Perintah/larangan

Terdapat beberapa kewajiban dan tugas yang harus dilakukan oleh pihak terkait yang tercantum dalam peraturan, diantaranya adalah :

  • Penetapan pangan lokal akan melalui proses identifikasi, penelitian dan pengkajian oleh dinas.
  • Ketersediaan sarana prasarana, teknologi, pengolahan, penyimpanan, pengembangan lahan dan pengembangan sentra produksi pangan lokal menjadi tugas dari pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota
  • Persyaratan mutu dan keamanan pangan harus dipenuhi oleh setiap pihak yang memproduksi atau menjual pangan lokal
  • Sosialisasi dan promosi bersifat wajib dilakukan baik oleh pihak pemerintah dalam segala tingkat dan masyarakat.
  • Sosialisasi dan promosi yang dilakukan oleh pemerintah dapat berupa konsumsi olah pangan maupun buah segar dalam acara pertemuan ataupun rapat, melakukan pembinaan masyarakat dan kerjasama pihak yang terkait dengan pangan, serta memberikan penghargaan bagi pihak atau instansi yang berhasil ikut serta dalam pengembangan pangan lokal.
  • Bagi masyrakat sosialisasi dan promosi dapat dilakukan dengan konsumsi kudapan lokal, menyediakan bahan baku lokal sesuai dengan potensi dan kemampuan masyarakat.

Sanksi

Tidak ada sanksi yang tercantum dan tertulis secara jelas maupun tersirat pada peraturan ini.

Proses

Penyusunan

Kalimantan Utara memiliki sumber daya pangan lokal yang melimpah. Tetapi, kelimpahan lokal ini belum dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. Masih banyak bahan pangan yang berasal dari pulau jawa, jarak yang jauh dan transportasi yang mahal membuat harga pangan juga semakin mahal. Sebagai provinsi termuda di indonesia Kalimantan Utara saat ini berupaya mengembangkan seluruh program pembangunan di kaltara, termasuk pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Dengan produksi ikan dan beras yang melimpah, Kalimantan Utara berusaha mengembangkan sektor pangan lokalnya. Atas dasar alasan tersebut Gubernur Kalimantan Utara membentuk berbagai peraturan diantaranya Pergub nomor 19 tahun 2015 tentang pembentukan dewan ketahanan pangan provinsi Kalimantan Utara, Surat Keputusan Gubernur nomor 188 tahun 2015 tentang pembentukan lembaga otoritas keamanan pangan daerah, Pergub nomor 18 tahun 2015 tentang cadangan pangan pemerintah dan Pergub nomor 43 tahun 2015 tentang perizinan terpadu. Semua peraturan ini akhirnya sampai dititik dimana terbentuknya Peraturan Gubernur Kalimantan Utara nomor 52 tahun 2018 tentang Pengembangan Pangan Lokal di Provinsi Kalimantan Utara

Pelaksanaan

Usaha pengembangan pangan lokal menjadi program yang dikoordinasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara, Disperindagkop UMKM Provinsi Kaltara dan BPOM Kota Tarakan dan diawasi oleh Gubernur Kalimantan Utara. Monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan pengembangan pangan dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh Gubernur. Pelaksanaan nyata yang sudah dilakukan contohnya seperti program Delta Kayan Rice and Food Estate dengan luas sekitar 50.000 ha, promosi produk pangan lokal melalui kontes olahan pangan lokal di Tanjung Selor, membangun lumbung pangan di Kabupaten Nunukan. Dibidang perikanan dan kelautan Pemprov Kaltara juga baru melakukan eskpor perdana melalui jalur udara. Pada bidang peternakan meliputi sapi, kerbau, kambing, babi, ayam potong dan ayam kampung, gambaran populasi secara keseluruhan mengalami kenaikan mulai dari 5 hingga 10 persen.

Pengawasan

Pengawasan dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh gubernur. Sebagai contoh pada program pengembangan pangan yang dilakukan oleh kelompok wanita tani. Kelompok ini diberikan bantuan berupa dana untuk mengembangkan hasil tani dan hasil ternak untuk konsumsi rumah tangga. Kelompok wanita tani juga memiliki seorang pendamping yang mengerti secara detil tentang pertanian atau peternakan. Hasil budidaya dari kelompok wanita tani akan dilaporkan setiap minggunya kepada DPKP Kaltara melalui tenaga pendamping yang sudah ditetapkan.

Konteks

  • Dana APBD

Berdasarkan Pergub diatas pendanaan pengembangan pangan lokal didasarkan pada APBD. Sehingga bantuan yang diberikan kepada kelompok pelaksana ( misalnya kelompok tani ), penyediaan sarana dan teknologi, uji keamanan pangan dan sebagainya tidak akan berjalan dengan baik jika dana APBD yang disediakan tidak memenuhi kebutuhan.

  • Minat konsumer

Konsumer yang dimaksudkan adalah warga masyarakat, industri jasa boga, hotel maupun restoran yang ada kalimantan utara. Jika minat konsumer tidak meningkat sesuai dengan produksi pangan lokal, maka pengembangan pangan lokal yang akan mencapai tujuan utamanya yaitu ketahanan pangan. Dalam hal ini dibutuhkan rasa kecintaan konsumer terhadap produk lokal. Konsumer juga sangat berperan dalam melakukan sosialisasi dan promosi produk lokal itu sendiri.

  • Pengelolaan tani

Pengelolaan sawah dan perkebunan yang baik akan meningkatkan hasil produksi pangan lokal dan juga secara otomatis akan meningkatkan kualitas produksi. Kualitas yang baik akan menarik konsumer untuk membeli produk pangan lokal. Meningkatkanya produksi pangan akan mendorong jenis jenis pangan lokal yang lain untuk berkembang.

  • Keadaan tanah dan geografis

Kalimantan memiliki tanah jenis rawa sehingga produksi pertanian terutama beras akan berpengaruh pada pasang surut rawa.

  • Transportasi

Transportasi yang sulit dan mahal akan menghalangi pangan lokal untuk berkembang. Menurunnya minat konsumen menjadi hal yang paling utama jika harga bahan pangan lokal menjadi lebih mahal dibandingkan harga pangan non lokal akibat kurangnya persediaan dan mahalnya biaya transportasi. Sebagai contoh, daerah kalimantan utara sangat dekat dengan Malaysia dan Brunei Darusaalam. Jika produk non lokal harganya menjadi lebih murah, maka konsumer akan lebih memilih produk non lokal.

Kesimpulan

Pengembangan pangan lokal Provinsi Kalimantan Utara memiliki tujuan utama yaitu ketahanan pangan. Banyak hal yang berperan dalam pengembangan pangan lokal. Hal yang paling berperan adalah partisipasi masyarakat sebagai promotor dan konsumer. Pangan lokal tidak akan berkembang tanpa minat dan bantuan masyarakat. Pemerintah berperan dalam memberikan dukungan dalam bentuk program, sosialisasi dan bantuan dana. Belum ada sanksi yang diberlakukan bagi pihak yang melanggar peraturan ini.

Kebijakan akan pengembangan pangan lokal sudah baik dan sudah diterapkan secara nyata dnegan hasil yang memberikan feedback positif. Hal yang diperlukan adalah sosialisasi dan promosi lebih sering sehingga masyarakat menumbuhkan rasa cinta akan pangan lokal.

analisis kebijakan pangan lokal

Referensi

jdih.kaltaraprov.go.id/produk_hukum/detail/287-pengembangan-pangan-lokal-di-provinsi-kalimantan-utara; jdih.kaltaraprov.go.id/#; rakyatkaltara.prokal.co/read/news/16940-program-krpl-untuk-mantapkan-ketahanan-pangan.html; rakyatkaltara.prokal.co/read/news/3920-sektor-pertanian-terus-dikembangkan.html; kaltim.tribunnews.com/2018/04/24/pemprov-kaltara-ajak-warganya-cintai-produk-pangan-lokal; kaltarakita.com/2018/09/25/maksimalkan-lumbung-pangan-pemprov-bantu-modal-kelompok-petani/; rakyatkaltara.prokal.co/read/news/14974-pemanfaatan-pangan-lokal-untuk-wujudkan-swasembada.html

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *