Analisis: Program Aksi Mahasiswa 1000 HPK NTB

CategoriesGizi MasyarakatTagged , , , , , , , , , ,

ANALISIS KEBIJAKAN

PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NO. 44 TAHUN 2015 TENTANG PROGRAM AKSI MAHASISWA UNTUK SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN

Penulis: Satrianti Totting

Baca juga: Kebijakan Boraks di Kalsel

Konten Kebijakan

Administratif

Derajat kesehatan  ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih menjadi salah satu pekerjaan rumah mengingat masih tingginya insidensi gizi buruk dan prevalensi AKI,AKB. Periode 1000 hari pertama kehidupan  adalah periode sejak bayi dalam kandungan hingga berumur 2 tahun, periode yang disingkat menjadi 1000 HPK merupakan periode kritis. Karena pada periode ini proses pertumbuhan dan perkembangan otak anak terjadi sangat pesat. Sehingga 1000 HPK menjadi  periode emas  untuk mengusahakan  upaya-upaya penanganan sumber daya manusia sejak dini  tidak hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak,  namun menjadi investasi  guna  menghasilkan  mutu dan kualitas sumber daya manusia yang baik. Keberhasilan dan kesuksesan penanganan sejak dini yang dimaksud dapat terpenuhi apabila ada keterpaduan program dari berbagai pihak termasuk mahasiswa, lapisan masyarakat, dan swasta. Berdasarkan pertimbangan ini ditetapkan Peraturan Gubernur tentang Program Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan. Sebagai pedoman bagi semua pihak terkait pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK.

Program Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan adalah kegiatan pembinaan atau pendampingan mahasiswa terhadap sasaran ibu dan anak dalam periode 1000 HPK. Pembinaan atau pendampingan berupa pemberian penyuluhan, dan konseling interpersonal terhadap masalah kesehatan dan gizi yang dihadapi oleh keluarga sasaran. Sehingga ibu hamil dan bayi mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dalam periode 1000 HPK, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan status gizi ibu hamil, bayi dan anak sampai usia 2 tahun.

Pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK diawali penyusunan rencana program difasilitasi Dinas Kesehatan melalui Gugus Tugas Aksi Seribu hari (Gugus ASHAR). Dalam pelaksanaanya melibatkan mahasiswa atau program studi/Jurusan Perguruan Tinggi Kesehatan. Sasaran Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK adalah keluarga miskin yang memenuhi kriteria keluarga miskin menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang memiliki ibu hamil dan anak dalam periode 1000 HPK. Data sasaran 1000 HPK didapatkan melalui koordinasi dengan kantor desa/kelurahan. Sasaran diutamakan pada daerah dengan AKI, AKB, dan angka gizi buruk yang tinggi.

Perintah/Larangan

Pelaksanaan Program Aksi 1000 HPK dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara barat. Komitmen pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan diawali dengan perjanjian kerjasama antara Kepala Dinas dan Pimpinan Perguruan Tinggi Kesehatan se-Nusa Tenggara Barat. Kebijakan juga menetapkan indicator keberhasilan program yakni, ditargetkan paling sedikit 2500 sasaran/keluarga telah mendapat pendampingan setiap tahunnya.

Sanksi

Pada peraturan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat No 44 tahun 2015, tidak dicantumkan sanksi apabila indikator keberhasilan tidak tercapai ataupun pelaksanaan program tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Baca juga: Kebijakan Stunting di Dompu NTB

Proses Kebijakan

Penyusunan

Penyusunan Peraturan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat No. 44 tahun 2015, berlatarbelakang usaha mewujudkan UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, Perda No. 7 tahun 2011 tentang Peningkatan dan Perlindungan Kesehatan Ibu, Bayi dan Balita. Dan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi NTB tahun 2013

Pelaksanaan

Program Aksi Mahasiswa 1000 HPK dilaksanakan melalui tahapan :

a.     Rekrutmen mentor yang berasal dari mahasiswa senior dan penentuan Supervisor (dosen pendamping). 3-4 mahasiswa nantinya akan didampingi oleh satu mentor, 5 mentor akan disupervisi oleh satu dosen pembimbing/supervisor.

b.     Pembekalan awal mahasiswa, mentor dan supervisor.

c.     Pelaksanaan pendampingan, melalui penyuluhan kelompok (kelas ibu) dan secara penyuluhan perolangan melalui konseling interpersonal. Setiap mahasiswa mendampingi paling sedikit satu sasaran/keluarga, sejak kehamilan < 28 minggu atau saat trimester I dan trimester II, sampai dengan anak berusia 2 tahun.

d.     Pencatatan hasil pendampingan oleh mahasiswa pada format yang ditentukan   (Log   Book)   dan   dikelola   dalam   Sistem   Informasi Manajemen (SIM) ASHAR.

e.     Monitoring dan evaluasi.

Pengawasan

Dinas Kesehatan bersama Gugus ASHAR melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK, monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengamatan langsung saat kegiatan di lapangan berlangsung serta melakukan diskusi kelompok untuk menganalisis hasil kegiatan dan tindak lanjut. Hasil monitoring dan evaluasi disampaikan kepada Gubernur sebagai bahan pembinaan lebih lanjut. Adapun sistem pelaporan dilakukan secara berjengang, mahasiswa akan melaporkan mengenai pelaksanaan kegiatan kepada supervisor melalui mentor setiap bulannya, Supervisor menyampaikan kepada Gugus Ashar setiap 3 bulan, Kepala Dinas sebagai ketua gugus ASHAR melaporkan kepada Gubernur setiap 3 bulan.

Aktor Kebijakan

Individu

§   Gubernur : Sebagai pemangku jabatan kepala Provinsi NTB yang berperan sebagai pembuat kebijakan

§   Kepala Dinas Kesehatan : Sebagai ketua Gugus ASHAR yang bertanggung jawab terhadap penyusunan pelaksanaan Program Aksi mahasiswa 1000 HPK

§   Perangkat Desa/kelurahan : Sebagai sumber data mengenai sasaran untuk pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa 1000 HPK

§   Mahasiswa : Sebagai pelaksana yang terlibat langsung dengan sasaran dalam kegiatan pembinaan di lapangan

§   Mentor : Sebagai evaluator terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan di lapangan

§   Supervisor : Sebagai Pembina  bagi mahasiswa dalam menjalankan kegiatan pembinaan di lapangan.

Institusi

§   Dinas Kesehatan : Pengawas Umum terhadap kegiatan Program Aksi Mahasiswa 1000 HPK

§   Perguruan Tinggi Kesehatan : Sebagai institusi yang bertanggung jawab merekrut SDM guna pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa 1000 HPK.

Konteks Kebijakan

Derajat kesehatan  ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih menjadi salah satu pekerjaan rumah mengingat masih tingginya insidensi gizi buruk dan prevalensi AKI,AKB. Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 NTB, merupakan provinsi kedua tertinggi angka gizi buruk dan gizi kurang pada balita yaitu berkisar 29,5%, mengalami peningkatan sekitar 0,5% dari angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang tahun 2013Periode 1000 hari pertama kehidupan  adalah periode sejak bayi dalam kandungan hingga berumur 2 tahun, periode yang disingkat menjadi 1000 HPK merupakan periode kritis. Karena pada periode ini proses pertumbuan dan perkembangan otak anak terjadi sangat pesat. Status gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan menentukan status kesehatan, fungsi kognitif anak dimasa yang akan datang.

Pendekatan Ecohealth

Systems Thinking

Salah satu indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi setelah pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK ialah kejadian gizi buruk pada balita. Data diatas  menunjukkan bahwa kebijakan yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur NTB No. 44 tahun 2015 tidak berdampak besar. Tidak optimalnya pelaksanaan program, SDM,Materil yang minim, sasaran program yang keliru, kurangnya partisipasi aktif masyarakat, status pendidikan yang rendah, status sosial ekonomi yang rendah, sulitnya akses  pangan. Dapat menjadi faktor yang berperan terhadap kegagalan pelaksanaan program.

Transdiciplinarity

Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK, dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Mahasiswa dan Perangkat desa. Minimnya keterlibatan profesi dan institusi lain sangat disayangkan, optimalisasi program dapat dilakukan dengan memperluas kerjasama antar institusi misalnya Puskesmas, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat.  keterlibatan psikolog mungkin diperlukan dalam tim.

Participation

Partisipasi aktif dan sikap terbuka untuk menerima informasi di masyarakat akan menunjang keberhasilan program, petugas kesehatan berpartisipasi dalam penyebaran informasi mengenai sikap positif untuk peningkatan kualitas kesehatan, disiplin dan profesi lain seperti dinas sosial dan perangkat desa berpartisipasi dalam menentukan sasaran yang tepat, LSM dapat turut berpartisipasi terhadap peningkatan produktifitas keluarga, dan lembaga swasta lainnya dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan dana.

Gender and social equity

Dalam pelaksanaan Program Aksi Mahasiswa Untuk 1000 HPK, sasaran penyuluhan dilakukan pada kelas ibu dan konseling secara interpersonal, pengadaan lokakarya pada kepala keluarga (ayah) dapat dipertimbangkan sehingga meningkatkan produktifitas dan dapat menjadi material support. Penyuluhan kepada keluarga (ibu-ayah) mengenai pola asuh anak

Sustainability

Mendorong ibu untuk melaksanakan ASI eksklusif, mendorong keluarga dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga morbiditas penyakit infeksi pada anak dapat ditekan, pemanfaatan lahan kosong untuk bercocok tanam.

Knowledge to action

Mencari tahu faktor-faktor determinan yang mempengaruhi gizi anak dalam 1000 HPK, sehingga mudah menentukan materi penyuluhan yang akan disampaikan

Kesimpulan Analisis Kebijakan

Anak merupakan tanggung jawab tidak hanya ibu, melainkan seluruh anggota keluarga, masyarakat sekitar dan pemerintah setempat. Perhatian khusus perlu diberikan pada masa 1000 HPK, merupakan masa kritis dimana kehidupan anak selanjutnya bergantung pada hal ini., pemenuhan gizi menjadi fokus utama karena gizi menjadi sumber untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Program Aksi Mahasiswa Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan yang tercantum dalam Peraturan Gubernur No. 44 Tahun 2015 perlu dilanjutkan, namun dalam pelaksanaannya diperlukan modifikasi dan optimalisasi program.

pentingnya 1000 hpk sun

Daftar Pustaka

jdih.ntbprov.go.id/sites/default/files/produk_hukum/BD%20PERGUB%20PROGRAM%20ASHAR.pdf; labdata.litbang.depkes.go.id/menu-progress-puldata/progress-puldata-rkd-2018

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *