Nilai Gizi dan Manfaat Kesehatan Keju

CategoriesPanganTagged , , , , , , , ,

Keju alami dibuat dengan empat bahan baku: susu, garam, bakteri starter, dan enzim rennet. Hal ini menyebabkan keju alami bebas-gluten. Perlu 10 liter susu untuk membuat satu kilogram keju. Garam sangat penting dalam proses membuat keju: merubah susu cair menjadi padat; mempengaruhi rasa, tekstur, dan kelembaban; serta menjadi pengawet alami. Keju keras (misalnya cheddar) memiliki kandungan nutrien yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya (misalnya cottage) yang kandungan air per gramnya cenderung lebih tinggi.

 

Zat Gizi pada Keju

Keju secara alami mengandung banyak nutrien penting misalnya protein, vitamin A, vitamin B12, riboflavin (vitamin B2), fosfor, dan seng. Keju merupakan sumber kalsium terbesar kedua pada diet orang Australia, namun 50% orang Australia tidak tercukupi kebutuhan kalsium hariannya. Kalsium penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
Keunikan komposisi protein pada keju memberikan efek mengenyangkan dan memberikan rasa puas setelah makan sehingga dapat mengurangi asupan makanan pada saat makan berikutnya. Indeks glikemik keju rendah yang berkaitan dengan meningkatnya rasa kenyang dan menekan rasa lapar.
Sayangnya, manfaat nutrisional keju sering tidak dihiraukan karena kandungan lemak dan garamnya; namun, Panduan Diet Australia menyatakan bahwa mengonsumsi keju , susu, dan yoghurt biasa atau yang rendah lemak berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskuler, stroke, dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
National Health and Medical Research Council (NHMRC) telah mengkaji hubungan konsumsi susu, yoghurt, atau keju dengan berat badan. Hasilnya tidak ditemukan hubungan konsumsi susu, yoghurt, atau keju dengan kenaikan berat badan atau risiko obesitas pada orang dewasa.
nutrition fact keju cheddar parmesan mozarella

Keju dan Kolesterol

Berlawanan dengan pandangan umum, keju dapat dinikmati bersama dengan diet seimbang tanpa harus merisaukan kolesterol. Peneliti di Denmark membandingkan efek keju dan mentega pada kadar kolesterol dan menemukan bahwa keju tidak meningkatkan kolesterol LDL maupun kolesterol total. Metaanalisis yang lebih baru juga mendukung temuan ini. Sepertinya kandungan nutrien lain dalam keju, misalnya kalsium, atau keseimbangan nutrien keju yang berperan dalam timbulnya efek tersebut.

 

Baca juga: Tanaman Berkhasiat di Sekeliling Kita

Keju dan Intoleransi Laktosa

Pada penderita intoleransi laktosa, tidak perlu menyingkirkan seluruh produk olahan susu dari diet harian. Laktosa dalam jumlah kecil dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan gejala, sehingga penderita intoleransi laktosa perlu menyesuaikan asupan laktosanya sesuai ambang toleransi masing-masing.
Hampir semua keju keras bisa dianggap tidak mengandung laktosa sehingga keju biasanya dapat ditoleransi dengan baik. Tabel berikut ini menunjukkan kandungan laktosa pada keju yang umum dikonsumsi.

laktosa dalam keju susu sehatKeju dan Kesehatan Gigi

Penelitian menemukan bahwa keju dapat mencegah terjadinya karies gigi karena mengandung nutrien yang baik untuk gigi, misalnya kalsium, fosfor, dan kasein, yang membantu memasukkan mineral kembali ke gigi. Keju juga dapat meningkatkan produksi air liur, membantu menetralkan asam di mulut setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula.

Sumber:

Dairy Australia. Cheese. nutritionaustralia.org/sites/default/files/Cheese.pdf. April 2016

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *