Seluruh Restoran KFC Satu Negara Ditutup Karena Keracunan Makanan

CategoriesKulinerTagged , , , , , , ,

Mongolia menghentikan sementara semua gerai restoran makanan cepat saji KFC di negara tersebut. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bagian penyelidikan terhadap restoran ayam goreng tersebut. Salmonella merupakan penyebab keracunan makanan yang paling umum, sedangkan daging, telur, dan ikan merupakan bahan pangan yang seringkali terkontaminasi.

Sebelumnya, sekitar 42 orang dirawat di rumah sakit dan ratusan orang menunjukkan gejala keracunan makanan setelah makan di salah salah satu gerai KFC. Dilaporkan setidaknya 247 orang mengalami keracunan makanan seperti diare dan muntah-muntah. Keracunan makanan dapat menyebabkan kombinasi beberapa gejala seperti mual, muntah, dan diare berdarah atau tidak, terkadang disertai oleh gejala lainnya. Sesudah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, nyeri perut, diare, dan muntah dapat berlangsung selama satu atau beberapa hari tergantung pada jenis patogen penyebab keracunan makanan, jenis racun, maupun tingkat kontaminasi yang terjadi.

Mengutip Reuters, insiden keracunan ini terjadi di Ulaanbaatar minggu lalu. Metropolitan Professional Inspection Agency mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena buruknya pengecekan kebersihan internal restoran. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pasokan air di restoran itu buruk sehingga banyak bakteri berkembang biak. Salmonella, Campylobacter, Listeria, dan Escherichia coli (E. coli) merupakan jenis bakteri yang kerap menyebabkan keracunan makanan. Sayangnya, beberapa bakteri penyebab keracunan makanan seperti Bacillus cereus menghasilkan racun yang tahan panas, sehingga bakteri ini tidak dapat dilenyapkan melalui proses pemasakan. Penyakit keracunan makanan dapat berujung serius atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Beberapa orang yang berisiko tinggi terkena penyakit keracunan makanan, diantaranya ialah ibu hamil, anak-anak, lanjut usia, serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

“Kami sangat menyesalkan dampak negatif yang diderita banyak orang, terutama tamu-tamu kami di Zaisan (Mongolia) dan kami bekerja sama untuk mendukung anggota tim dan pelanggan kami selama masa sulit ini,” kata juru bicara KFC Global kepada Reuters melalui email, dikutip dari The Straits Times.

KFC membuka restoran pertamanya di Mongolia pada 2013 dan saat ini telah memiliki 11 gerai di Ulanbator. Gerai-gerai ini dioperasikan oleh mitra waralaba, Grup Tavan Bogd, yang juga merupakan konglomerat Mongolia.

Dengan ditutupnya sementara gerai KFC di seluruh ibu kota, Badan Inspeksi Profesional Metropolitan akan melanjutkan penyelidikan ke seluruh gerai KFC dan memastikan bahwa pasokan air dan komponen lainnya bersih dari bakteri. “KFC Mongolia bekerjasama sepenuhnya dengan pemerintah untuk penyelidikan ini dan rekomendasi untuk mengatasi sumber insiden. Ini termasuk dengan penyelidikan menyeluruh di semua restoran KFC Mongolia, dan secara khusus untuk menentukan penyebab pasti dari insiden yang dilaporkan.”

Tavan Bogd, konglomerat Mongolia yang menaungi KFC Mongolia juga menyampaikan permintaan maafnya. Dalam pernyataan terpisah dia mengatakan bahwa insiden itu terjadi karena lemahnya pemeriksaan kualitas internal. Selain itu standar dan peraturan harian juga dianggap tak dijalankan dengan baik.

kfc ditutup akibat kasus food poisoning

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2018, seorang pengulas di tripadvisor menyampaikan bahwa ayam goreng yang dipesannya di KFC Chinggis Avenue diterimanya dalam kondisi masih mentah di bagian dalamnya. Tidak memasak makanan hingga matang (khususnya daging dan olahan daging lainnya) merupakan salah satu pemicu terjadinya keracunan makanan menurut WHO. Kondisi lain yang dapat memicu terjadinya keracunan makanan ialah:

  • Tidak menyimpan bahan pangan yang perlu disimpan pada suhu di bawah 5 °Celsius dengan benar;
  • Membiarkan makanan matang pada suhu ruang selama lebih dari 1 jam;
  • Mengkonsumsi makanan yang telah disentuh oleh seseorang yang sedang mengalami diare dan
    muntah-muntah; dan
  • Kontaminasi silang, seperti meletakkan makanan matang di wadah yang sama dengan daging mentah.

Beberapa hal sederhana dapat dilakukan untuk meminimalkan potensi terjadinya keracunan makanan. Ikutilah petunjuk WHO mengenai 5 langkah menuju keamanan pangan dengan seksama, seperti berikut ini :

  1. Jagalah kebersihan
  2. Pisahkan bahan pangan mentah dan matang
  3. Masaklah hingga matang
  4. Simpanlah makanan pada suhu yang aman
  5. Gunakan air bersih dan bahan pangan yang masih segar.

Ada beberapa hal lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah keracunan makanan. Antara lain mencuci lap dapur lebih sering. Pakar mikrobiologi Charles Gerba Ph.D, juga menyarankan melakukan disinfektan permukaan dapur secara berkala, termasuk bagian rak dan pegangan kulkas. Terutama setelah memasak daging mentah, telur, dan susu. “Penyebab kontaminasi bakteri di dapur adalah tangan kita. Karena itu mencuci tangan dengan sabun harus sering dilakukan,” katanya.

Update terakhir: 20 Februari 2019. Sumber: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190219131644-255-370652/ratusan-orang-keracunan-kfc-mongolia-ditutup-sementara; medcom.id/internasional/asia/PNg524Ak-247-orang-keracunan-mongolia-tangguhkan-izin-kfc; tripadvisor.co.id/ShowUserReviews-g293956-d4784481-r622580025-KFC-Ulaanbaatar.html; searo.who.int/indonesia/; lifestyle.kompas.com/read/2018/07/02/113600420/bakteri-penyebab-keracunan-makanan-juga-hidup-di-lap-dapur.

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *