Alternatif Susu Sapi, Susu Onta Cukup Menjanjikan

CategoriesPanganTagged , , , , , , , ,

Dengan berbagai alasan, banyak orang tidak mau lagi mengonsumsi susu sapi. Maka mulailah mereka berburu alternatif susu sapi. Peluang bisnis ini dilihat produsen dengan membanjiri rak-rak supermarket dengan berbagai jenis susu non sapi. Banyak yang menyertakan informasi maupun klaim terkait keunggulan mereka terhadap susu sapi. Banyak konsumen yang bingung bagaimana memilih susu pengganti susu sapi dengan bijak. Kita akan membahas beberapa alternatif susu sapi yang bisa dipilih dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Susu Kedelai sebagai Pengganti Susu Sapi Terpopuler

Yang pertama terlintas di pikiran ketika memikirkan tentang alternatif susu non dairy tentunya adalah susu kedelai. Banyak produk yang memberikan keterangan “soya” sebagai penjelas bahawa produknya memakai susu kedelai. Bahkan beberapa merk susu formula terkenal pun memiliki dua jenis produk. Produk original yang mengandung susu sapi dan produk soya yang tidak mengandung susu sapi.

Pertimbangan yang harus diingat untuk jangan mengonsumsi susu kedelai mungkin mengenai isu rekayasa genetika dan isu kerusakan lingkungan. Pro kontra tentang penggunaan bibit kedelai yang sudah direkayasa secara genetik masih belum mengarah ke kesimpulan yang jelas. Banyak yang mengkhawatirkan efek buruk GMO terhadap kesehatan manusia, meskipun banyak pulan yang meneliti dan menemukan bahwa kekuatiran tersebut tidak beralasan. Pertanian kedelai skala besar di Amerika terutama di Brazil atau Argentina ditemukan terkait dengan deforestasi skala besar juga. Penggundulan hutan demi menanam kedelai bukanlah hal yang menarik untuk diiklankan.

Nilai positif yang menjadi alasan mengapa harus meminum susu kedelai mungkin mencakup kandungan proteinnya dan tidak adanya laktosa. Protein nabati yang terkandung dalam kedelai cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman lainnya. Perlu diingat bahwa protein hewani memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan protein nabati. Jadi untuk mereka yang vegan, susu kedelai tentu dapat diandalkan sebagai salah satu sumber protein utama tubuh. Tapi untuk yang pemakan segala, asupan daging bakal memenuhi kebutuhan protein tubuh dengan lebih cepat dan dengan daya guna yang lebih tinggi. Laktosa yang dikandung susu sapi dapat memicu intoleransi laktosa bagi beberapa orang yang mengalami defisiensi enzim laktase. Susu kedelai tidak mengandung laktosa secara alami, sehingga mereka yang intoleransi laktosa dapat meminumnya tanpa takut kumat.

Salah satu cara yang baik untuk mengonsumsi susu soya adalah dengan membuatnya sendiri dari biji kedelai yang ditanam sendiri. Mungkin terdengar ribet, tapi setidaknya bisa menghindarkan kita dari rasa bersalah ikut menggunduli hutan Amazon. Residu pupuk dan pestisida dapat kita kendalikan sendiri. Tinggal satu masalah: memastikan bahwa bibit yang ditanam bukanlah genetically modified organism (GMO). Beberapa orang sudah mulai mengembangkan bibit kedelai non-GMO, namun perlu uji lanjutan untuk membuktikan hal tersebut.

Baca juga: Nilai Gizi Keju

Susu Almon dan Susu Beras

Kedua susu berbasis tanaman ini makin menanjak popularitas di kedai-kedai kopi gaul. Isu terkait lebih ke isu lingkungan karena penggunaan air selama produksinya. Almon dan beras membutuhkan banyak air untuk tumbuh, namun jika sesuai musim dan tidak dipaksakan harusnya hal ini tidak menjadi masalah.

Susu Oat

Kabar baik terkait lingkungan adalah bahwa tanaman oat memiliki dampak negatif yang paling rendah terhadap lingkungan. Namun kabar buruknya adalah rendahnya nilai gizi susu oat. Oat sendiri adalah sereal yang kaya gizi. Ketika dijadikan susu oat, penambahan air yang sangat banyak akan sangat mengencerkan kandungan gizinya. Jika ingin mendapatkan kandungan gizi yang baik maka susu oat wajib difortifikasi.

Susu Kelapa (Santan)

Dari sisi lingkungan, susu kelapa juga rendah dampak buruknya. Tidak butuh banyak pupuk dan pestisida. Kandungan gizinya yang diperdebatkan. Ada yang menganggap kandungan asam lemak jenuhnya sebagai nilai negatif. Ada juga yang menilai bahwa asam lemak jenuh kelapa lebih baik dari asam lemak jenuh hewani. Beberapa orang menyimpulkan bahwa manfaat gizi susu kedelai dan susu almon lebih baik dari santan.

Susu Onta

Salah satu pendatang baru dalam dunia susu komersial adalah susu unta. Salah satu penghasil susu onta adalah Australia. Meskipun di Australia unta digolongkan sebagai hama, ada perusahaan peternakan yang mau serius mengembangbiakkannya. Karena bukan pemamah biak sejati seperti sapi, unta menghasilkan lebih sedikit metana. Hal ini artinya dampak negatif unta terhadap lingkungan bisa dikatakan lebih kecil dibandingkan dengan sapi. Terkait kandungan gizinya, karena susu hewani tentu kandungan gizi susu onta jauh lebih tinggi dibanding susu alternatif berbasis nabati.

Dalam 100 gram susu onta kita bisa mendapatkan: 46 kkal, 2 gram lemak, 5 gram karbohidrat, 3 gram protein. Kandungan kolesterolnya 6 miligram, sedangkan kandungan natriumnya 63 miligram. Susu unta juga mengandung vitamin A, vitamin C, besi, dan kalsium.

alternatif pengganti susu sapi dairy

Sumber:

theguardian.com/food/2018/sep/17/milk-mania-why-most-alternatives-arent-great-but-camel-milk-just-might-be; livescience.com/53579-camel-milk.html

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *