Intoleransi Makanan pada Bayi Baru Lahir Kurang Bulan

CategoriesGizi KlinikTagged , , , , , , ,

Intoleransi makanan adalah ketidakmampuan mencerna makanan dengan volume residu lambung lebih dari 50% volume makanan sebelumnya, distensi abdomen atau muntah dan berakibat terganggunya rencana pemberian makan berikutnya. Neonatus kurang bulan (NKB) adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Angka kejadian NKB masih tinggi dan menjadi pusat perhatian dunia hingga kini. Intoleransi makanan merupakan masalah pencernaan paling umum pada NKB selama pemberian makan.

Intoleransi makanan akan menyebabkan neonatus kurang mendapat nutrisi sehingga mempengaruhi proses pertumbuhan. Mekanisme intoleransi makanan belum jelas tetapi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor fisiologis seperti pematangan motilitas saluran pencernaan, penundaan pengosongan lambung, dan malabsorpsi. Intoleransi makanan juga berhubungan dengan morbiditas seperti sepsis neonatal dan Necrotizing Enterocolitis (NEC).

 

Peran Enzim Pencernaan

Enzim yang berperan dalam metabolisme pencernaan pada NKB antara lain enterokinase, protease, laktase, dan lipase. Pada NKB fungsi saluran pencernaan belum matang sehingga sekresi asam lambung terbatas dimulai hari pertama kehidupan dan secara bertahap kembali normal sampai 1 bulan kehidupan, akibatnya aktivitas enterokinase yang mengkatalisis aktivasi protease pankreas berkurang. Aktivitas laktase meningkat selama trimester ketiga, sehingga pada neonatus sangat kurang bulan aktivitas laktase meningkat hanya 30% dibandingkan neonatus cukup bulan. Aktivitas lipase pankreas terjadi saat usia kehamilan 32 minggu dan masih rendah saat lahir, meningkat saat 10 minggu setelah kelahiran. Pada NCB saat lahir, lipase mampu menghidrolisis 60% sampai 70% lemak, bahkan tanpa adanya lipase pankreas; pada NKB fungsinya digantikan oleh lipase lingual dan lipase lambung yang sudah dapat terdeteksi pada usia 26 minggu kehamilan. Penyerapan lipid terutama asam lemak rantai panjang sedikit berkurang pada NKB karena konsentrasinya rendah dalam asam empedu di duodenum.

Intoleransi Makanan pada Neonatus Kurang Bulan

Intoleransi makanan merupakan masalah pencernaan yang sering terjadi pada NKB. Hal ini disebabkan karena toleransi nutrisi enteral bergantung pada derajat pematangan fungsi gastro-intestinal seperti motilitas, pencernaan enzimatik, reaksi hormonal, kolonisasi bakteri dan imunitas. Gejala klinis berupa residu lambung, distensi abdomen dan muntah. Strategi pencegahan dan pengobatan ditujukan untuk meningkatkan, mendukung dan mengoreksi fungsi pencernaan yang belum matang, sehingga mengurangi morbiditas dan mortalitas pada neonatus kurang bulan.

 

Baca juga: Berdayakan masyarakat untuk kendalikan DM

 

Selengkapnya di CDK Edisi 270 (2018): kalbemed.com/Portals/6/12_270Analisis-Intoleransi%20Makanan%20pada%20Neonatus%20Kurang%20Bulan.pdf

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *